Jayapura Gencar Eliminasi Malaria: 124 Ribu Kelambu Dibagikan

    Jayapura Gencar Eliminasi Malaria: 124 Ribu Kelambu Dibagikan

    SENTANI, Papua – Perjuangan memerangi malaria di Kabupaten Jayapura semakin intensif. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan setempat telah mendistribusikan sebanyak 124.640 kelambu kepada masyarakat. Langkah masif ini merupakan upaya percepatan eliminasi malaria yang masih menjadi ancaman serius di Bumi Kenambai Umbai.

    Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan bahwa pembagian kelambu secara cuma-cuma ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam menekan angka kasus malaria yang tercatat masih cukup tinggi. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang ada.

    "Hingga September 2025 tercatat sebanyak 49.724 kasus malaria di Kabupaten Jayapura, angka tersebut menunjukkan bahwa potensi penyebaran penyakit malaria masih cukup tinggi, " ujar Bupati Yunus Wonda di Sentani, Selasa (21/10/2025).

    Bupati berharap, dengan ketersediaan kelambu yang memadai, masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk Anopheles, vektor utama penularan malaria. Ini diharapkan dapat menjadi kunci untuk menurunkan jumlah kasus di wilayahnya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, menjelaskan bahwa target eliminasi malaria di daerahnya adalah membawa kasus menjadi satu per 1.000 penduduk. Namun, saat ini angka yang ada masih jauh dari target.

    "Target eliminasi malaria di daerah ini adalah menurunkan kasus hingga satu kasus per 1.000 penduduk dan saat ini angka kasus masih berada pada 386 kasus per 1.000 penduduk, " jelas Anton Mote.

    Ia menyadari bahwa upaya menurunkan angka malaria bukanlah perkara mudah. Namun, pihaknya tidak tinggal diam dan terus menggencarkan berbagai langkah preventif serta mempererat koordinasi lintas dinas dan puskesmas.

    Lebih lanjut, Anton Mote menambahkan bahwa pihaknya akan segera membentuk tim terpadu yang siap turun langsung ke lapangan. Tim ini akan menyambangi kampung-kampung dengan pendekatan yang lebih proaktif, atau yang sering disebut 'jemput bola', untuk menjangkau masyarakat yang mungkin sulit diakses.

    "Integrasi program kesehatan menjadi strategi penting agar setiap kunjungan ke lapangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, " pungkasnya, menekankan pentingnya sinergi program untuk efektivitas. (PERS) 

    malaria papua kesehatan pencegahan jayapura eliminasi
    Updates.

    Updates.

    Artikel Berikutnya

    Buronan Terpidana Korupsi Dermaga Kaimana,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Banau Perkuat Harmoni Perbatasan Lewat Karya Bakti Gereja
    Satgas Banau Borong Hasil Tani, Perkuat Ekonomi Warga Beoga
    Marinir Bawa Harapan Kesehatan ke Pedalaman Papua
    TNI Hadir di Papua: Pelayanan Sosial Satgas Yonif 500/Sikatan di Mamba
    Kodaeral X TNI AL Gelar Upacara Tabur Bunga di Laut Dalam Rangka Hari Dharma Samudera 2026

    Ikuti Kami